DI Indonesia Timur, nama ANIMA sudah seperti band besar sekelas GIGI atau Sheila on 7 misalnya. Setiap menggelar konser disana, lebih dari lima ribu orang, selalu memadati lapangan dimana mereka main. Ditambah nyaris semua penonton itu hapal diluar kepala dengan lagu-lagu yang mereka bawakan. Alhasil, setiap mereka konser sudah seperti koor massal saja. Lalu, siapa ANIMA ini? Anima kependekan dari Anak Seni Berlima, sebuah band asal Bandung yang berformasikan: Lucky [vokal], Eldy [bass], Andri [drum], Rhino [gitar], N-Kan [lead gitar]. Terbentuk pada 4 Januari 2004, lima sekawan ini bergulat dalam belantara musik tanah air melalui jalur label indie. Melalui debut album berjudul Bintang, perlahan tapi pasti mereka merebut perhatian pencinta musik Indonesia. Lagu mereka tersebar di stasiun-stasiun radio dari Sabang sampai Merauke, dan menempatkan single Bintang dalam urutan terhormat chart radio.
Kisah sukses pun mendekat mereka. Suatu hari mereka mendapat kesempatan tampil di acara musik di daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tak dinyana inilah titik awal popularitas Anima. Aula El Tari, Kupang dipadati penonton lebih dari 8.000 orang, sebuah prestasi hebat paling bersejarah untuk Anima. Yang membuat ANIMA merinding adalah hampir semua penonton tersebut hapal lagu-lagu Anima. Selanjutnya popularitas mereka pun melesat bak meteor. Ambon menjadi saksi bagaimana sekitar 7.000 penonton memadati Karang Panjang Sports Hall saat Anima tampil bersama Samsons. Menyusul kota-kota seperti Masohi (Maluku Utara), Tual (Maluku) hingga Jayapura dan Sorong menyambut Anima dengan antusias. Tak pelak lagi Anima kini mempunyai fans ‘akar rumput’ yang kuat di wilayah Indonesia Timur. Seiring dengan berjalannya waktu, demam Anima juga merambah ke pulau Jawa. Bandung, Bogor, Kuningan, Cirebon adalah kota-kota yang pernah disinggahi mereka dan mendapat sambutan yang tak kalah positif.
ANIMA bukan band indie yang membawakan musik menderu-deru. Mereka justru membawa modal cinta dan pop. ANIMA menyebutnya innocent pop. Kuncinya ada pada progresi kord dan harmonisasi yang tidak rumit, lirik yang universal, sehingga dapat dinikmati oleh siapa saja dari berbagai usia. Jangan kaget, meski tak dikenal sebelumnya, tapi lagu mereka sempat dipilih menjadi pengisi soundtrack film layar lebar Gue Kapok Jatuh Cinta, yang disutradarai Thomas Nawilis. Lagu lain yang berjudul Biar juga menjadi tema lagu FTV berjudul Gawat Babe Pulang, di salah satu televisi swasta.
|