Namanya memang pernah dikenal sebagai penyanyi beberapa tahun lalu. Namun akhir-akhir ini Asti Asmodiwati terbilang sangat jarang tampil di depan umum. Kemunculannya di dunia tarik suara dimulai sejak tahun 1988 dengan album perdana, Asti. Terus terang album tersebut tidak berhasil mendongkrak namanya, baru pada album kedua, dengan lagu andalan Satu Jam Saja namanyai mulai dikenal dan berbagai tawaran show pun berdatangan.
Kesuksesan tersebut semakin memacu Asti untuk terus berkarya. Sayang, album ketiganya tak berhasil menyamai album kedua, "Mungkin karena diluncurkan pas saat kerusuhan sedang terjadi," ujar wanita kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1967 ini. Hal tersebut tidak membuat semangatnya surut. Album keempat pun dirilis, namun lagi-lagi gagal. Album tersebut tidak begitu laku dipasaran karena berbenturan dengan krismon.
Sejak saat itu Asti jarang muncul di depan umum untuk menyanyi. Ditambah lagi setelah menikah dengan Raksa Ragana. Kesibukan mengurus rumah-tangganya pun makin menyita waktunya, "Saya tak meninggalkan dunia menyanyi begitu saja. Terbukti saya sempat mengeluarkan dua album sejak menikah meskipun ternyata album tersebut biasa-biasa saja. Mungkin karena situasi saat itu memaksa saya untuk tidak berkonsentrasi pada dunia nyanyi," ujarnya tanpa menyebutkan situasinya seperti apa.
Untuk mengisi waktu luangnya, Asti kemudian menekuni bisnis Multi Level Marketing, "Waktu itu suami saya membawakan buku mengenai bisnis tersebut. setelah membaca saya tertarik untuk menerjuninya. Terlebih lagi penghasilannya tak terbatas. Selain itu, dengan mengajak orang ikut dalam bisnis ini berarti membantu mereka untuk mencari tambahan pendapatan," ujarnya.
Untuk membangun bisnis tersebut, Asti rela bekerja dari door to door, dari perkampungan jelata hingga perumahan elite. Dengan kerja keras Asti berhasil membangun sebuah kantor. Namun di balik kesuksesan bisnisnya, Asti tetap seorang isteri dan ibu dari dua anak yang penuh tanggung jawab. Bila bisnisnya telah mencapai target, Asti ingin lebih terfokus pada perkembangan anak-anaknya menuju ke arah kedewasaan kelak cuma saja tak disebutkan sampai kapan atau berapa targetnya, karena bukankah bisnis MLM tak terbatas?!
|